Sabtu, 19 Februari 2022

Modul 2.1.a.9 Koneksi Antar Materi "Pembelajaran Berdiferensiasi"

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan belajar murid. Pemetaan kebutuhan belajar murid yang kita lihat lewat 3 aspek yaitu, kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid. Kebutuhan belajar murid ini harus menjadi dasar bagi praktek diferensiasi yang kita lakukan di kelas. Setelah kita mengidentifikasi kebutuhan belajar murid kita, maka kita kemudian dapat menentukan apa strategi diferensiasi yang ingin kita lakukan. Diferensiasi itu sendiri, bisa kita lakukan dalam beberapa strategi yaitu, diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. 

1. Diferensiasi Konten

Konten itu sendiri adalah apa yang kita ajarkan kepada murid-murid kita. Konten dapat dibedakan sebagai tanggapan terhadap tingkat kesiapan, minat atau profil belajar murid yang berbeda atau juga terhadap kombinasi dari kesiapan, minat, dan profil belajar murid. Carol Ann Tomlinson memberikan kita alat yang disebut Equliazer, yang dapat membantu guru mengukur kesiapan murid. 


Jika memetahkan kebutuhan berdasarkan kesiapan murid, maka kita perlu menentukan jenis informasi yang harus disiapkan. Siapa yang perlu diberikan bahan-bahan belajar yang sifatnya foundational dan siapa yang akan kita berikan bahan-bahan belajar yang jenis informasinya bersifat transformational. Bahan-bahan belajar yang bersifat foundational atau mendasar misalnya, dasar-dasar, fakta umum, prinsip-prinsip. Jadi, sifat dari informasi, ide-ide atau teks yang harus diakses oleh mereka juga harus di level yang mendasar. Sementara disisi lain untuk murid yang sudah siap untuk mempelajari materi yang lebih bersifat transformational maka kita harus siapkan bahan ajar yang sesuai yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan ide-ide. Misalnya, kita dapat memberikan tantangan, pertanyaan-pertanyaan pemandu yang membantu mereka mengembangkan pemahaman dan memperluas ide secara lebih dalam dan lebih jauh lagi. 

Diferensiasi konten juga bisa dilakukan berdasrkan minat murid misalnya, saat belajar tentang teks narasi guru dapat menyediakan murid-muridnya berbagai teks dengan topik tentang hal-hal yang disukai murid. Sementara itu, diferensiasi konten berdasrkan profil belajar dapat kita lakukan misalnya, dengan memastikan bahwa murid kita dapat mengakses materi ajar tersebut sesuai dengan gaya belajarnya. Sebagai contoh, murid yang memiliki gaya belajar visual mungkin akan belajar lebih baik jika materinya diberikan dalam bentuk gambar, sementara untuk mereka yang audiotori materinya dapat diberikan dalam bentuk audio.

2. Diferensiasi Proses

Yang dimaksud proses itu sendiri mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai apa informasi atau materi yang dipelajari. Saat kita memetahkan kebutuhan belajar murid yang kemudian kita harus pikirkan adalah bagaimana kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dan caranya seperti apa. Proses seperti apa yang perlu disiapkan agar kita mengetahui bahwa setiap murid belajar, apakah murid-murid kita akan bekerja mandiri atau dalam kelompok. Kita perlu juga berpikir tentang seberapa banyak jumlah bantuan yang kita berikan kepada murid-murid kita. Siapa saja yang memerlukan banyak bantuan, siapakah yang cukup kita berikan bantuan dalam bentuk pertanyaan pemandu dan mereka kemudian bisa bekerja dengan mandiri. Semua hal tersebut harus dipertimbangkan sebagai bagian dari skenario pembelajaran yang kita rancang.

Ada banyak cara yang kita lakukan diferensiasi proses misalnya, kita dapat melakukan kegiatan berjenjang, kita dapat menyediakan pertanyaan pemandu atau tantangan, membuat agenda individual, memvariasikan lama waktu, mengembangkan kegiatan bervariasi, dan menggunakan kelompok yang fleksibel.

3. Diferensiasi Produk

Ketika kita bicara tentang diferensiasi produk maka kita akan memikirkan tentang tagihan apa yang kita harapkan dari murid. Produk ini adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan oleh murid kepada kita. Produk adalah sesuatu yang ada wujudnya, bisa berbentuk karangan atau tulisan, hasil tes, pertunjukan, presentasi, pidato, rekaman, diagram, dan sebagainya. Yang paling penting produk ini harus mencerminkan pemahaman murid dan berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. 

Kita dapat melakukan diferensiasi produk dengan berbagai cara namun sama seperti jenis-jenis diferensiasi yang lainnya. Kita perlu mempertimbangkan kebutuhan belajar murid kita terlebih dahulu sebelum menentukan penugasan produk ini. Penugasan produk harus membantu murid baik secara individu atau dalam kelompok. Memikirkan kembali menggunakan dan memperluas apa yang mereka pelajari selama periode waktu tertentu, satu unit, satu semester, atau bahkan satu tahun. Produk penting bukan hanya karena mereka mewakili pemahaman dan aplikasi dalam bentuk yang luas tetapi juga karna mereka adalah elemen kurikulum yang paling langsung dapat dimiliki oleh murid. Pada dasarnya, pendiferensiasi produk meliputi dua hal yang pertama, memberikan tantangan dan keragaman/variasi, yang kedua, memberikan murid pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan.

Sangat penting bagi guru untuk menentukan apa sebenarnya ekspetasi yang diharapkan dari murid. Kualitas pekerjaan apa yang diingkan, konten apa yang harus ada dalam produk mereka, bagaimana mereka harus mengerjakannya dan apa sifat dari produk akhir yang diharapkan tersebut. 

Dalam pembelajaran berdiferensiasi, lingkungan sangatlah berpengaruh terhadap kesuksesan implementasinya. Pembelajaran berdiferensiasi harus dibangun di atas apa yang kita sebut sebagai Learning Community (Komunitas Belajar). Learning Community (Komunitas Belajar) adalah komunitas yang semua anggotanya adalam pemelajar. Guru-guru akan memimpin muridnya untuk mengembangkan sikap-sikap dan praktik-praktik yang saling mendukung tumbuhnya lingkungan belajar. 

Berikut ini adalah beberapa karakteristik Learning Community (Komunitas Belajar) yang disebutkan oleh Carol Ann Tomlinson.

  • Setiap orang dalam kelas akan menyambut dan merasa disambut dengan baik
  • Setiap orang di dalam kelas tersebut saling menghargai
  • Murid akan merasa aman
  • Ada harapan bagi pertumbuhan
  • Guru mengajar untuk mencapai kesuksesan
  • Ada keadilan dalam bentuk yang nyata
  • Guru dan siswa berkolaborasi untuk pertumbuhan dan kesuksesan bersama 

Pembelajaran berdiferensiasi dapat memiliki keterkaitan antara filosofi Ki Hadjar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak, visi guru penggerak dan budaya positif. Adapun keterkaitannya sebagai berikut:

  • Menurut Ki Hadjar Dewantara pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang dimiliki oleh anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Guru bertugas mengembangkan potensi yang dimiliki oleh murid sesuai kodratnya. 
  • Pembelajaran berdiferensiasi dapat terwujud apabila seseorang telah memiliki nilai guru penggerak dan telah menjalankan perannya sebagai guru penggerak dengan baik.
  • Pembelajaran berdiferensiasi dapat membentuk profil pelajar pancasila sesuai dengan visi guru penggerak dan sekolah yang dibangun berdasarkan pemetaan kekuatan internal dan eksternal melalui sebuah konsep pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA) yang dilalui dengan tahapan BAGJA.
  • Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas diperlukan suatu lingkungan belajar yang aman, nyaman dimana terdapat suatu budaya positif dalam kelas tersebut.

Sabtu, 29 Januari 2022

Membuat Keyakinan Kelas Sebagai Wujud Merdeka Belajar Yang Berpihak Pada Murid Dalam Menumbuhkan Budaya Positif di Lingkungan Sekolah

A. Latar Belakang

Ki Hadjar Dewantara menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: "menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak”.

Dalam proses ‘menuntun’ anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’ dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar.

Seorang pendidik dapat berpihak pada murid. Berpihak pada murid disini berarti seorang pendidik selalu bergerak dengan mengutamakan kepentingan perkembangan murid sebagai acuan utama.

Peran seorang pendidik adalah mewujudkan kepemimpinan murid. Mendorong peningkatan kemandirian dan kepemimpinan murid di sekolah. Seorang pendidik dapat memiliki sebuah visi dalam menjadikan sekolah sebagai rumah yang aman, nyaman dan bermakna bagi murid serta menciptakan murid berprofil pelajar pancasila.

Untuk membangun budaya yang positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang positif, aman, dan nyaman agar murid-murid mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab. Salah satu strategi yang perlu ditinjau ulang adalah bentuk disiplin yang dijalankan selama ini di sekolah-sekolah.

Budaya positif dapat membentuk murid berprofil pelajar pancasila, sehingga budaya positif sangatlah penting diterapkan oleh pendidik di kelas dan sekolah. Salah satu budaya positif yang dapat diterapkan oleh seorang pendidik di kelas yakni keyakinan kelas. Keyakinan kelas merupakan kesepakatan bersama antar murid dan pendidik yang senantiasa dibuat dalam bentuk positif. Melalui keyakinan kelas ini, murid dapat memiliki kemerdekaan dalam memberikan ide atau gagasan untuk membangun budaya positif.

 

B.  Tujuan

§  Menerapkan kedisiplinan kepada murid

§  Melatih murid untuk memiliki rasa tanggungjawab terhadap apa yang disepakatinya

§ Memberikan kemerdekaan kepada murid dalam menentukan suasana kelas


C. Tolak Ukur


§  Murid dapat mandiri dan disiplin

§  Motivasi murid dalam belajar

§  Murid saling menghargai antar sesama maupun dengan guru

§  Konsistensi murid dan guru dalam menjalankan keyakinan kelas


D. Linimasa Tindakan


§  Hasil kegiatan (Video/Foto)

§  Deskripsi/diberikan penjelasan dari Video/Foto kegiatan

 

E.  Dukungan Yang Dibutuhkan


§  Kepala sekolah

§  Rekan guru

§  Peserta didik

§  Sarana dan prasarana sekolah

 

F.  Deskripsi Aksi Nyata


Upaya dalam membangun budaya positif di sekolah yang berpihak pada murid diawali dengan membentuk lingkungan kelas yang mendukung terciptanya budaya positif, yaitu dengan menyusun keyakinan kelas. Keyakinan kelas yang efektif dapat membantu dalam pembentukan budaya disiplin positif di kelas.

Masuk kelas tepat waktu, berdoa sebelum belajar, menyanyikan lagu nasional dan daerah sebelum belajar, tidak ribut saat pembelajaran, menghargai sesama teman dalam berdiskusi, saling menyayangi sesama teman, disiplin dalam berpakaian, mengumpulkan tugas tepat waktu, dan menjaga kebersihan kelas.

 

G. Pembelajaran Yang Didapatkan


§  Bagaimana kondisi di lapangan tidak menjadikan halangan untuk membiasakan penanaman budaya positif di sekolah.

§  Budaya positif sekolah yang sudah berjalan akan terus dipertahankan dan yang belum ada akan coba dimunculkan.

 

H. Rencana Perbaikan Masa Mendatang


§  Lebih menguatkan pembiasaan penanaman budaya positif di sekolah dengan menerapkan disiplin positif.

§  Akan terus membiasakan dan melibat keaktifan murid dalam penyusunan keyakinan kelas menjadi salah satu penentu keberhasilan penanaman budaya positif di sekolah.

 

 

 

Dokumentasi Kegiatan





















jufrisulemanmualo@gmail.com
2022









 

 

 

Selasa, 20 Oktober 2020

Meraih Prestasi Belajar Matematika dengan Memanfaatkan Fitur EduGame Rumah Belajar

Kita tahu bahwa belajar matematika akan bertemu dengan hitung-menghitung, baik dalam bentuk penjumlahan, pengurangan, perkalian maupun pembagian. Banyak siswa yang merasa ketakutan ketika akan belajar matematika. Hal ini dapat terjadi, karena mereka tidak pandai dalam berhitung. Masalah seperti ini tidak boleh disampingkan oleh para pendidik matematika. Para pendidik matematika harus berinovasi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan media interaktif yang dapat membantu siswa dalam belajar matematika untuk meraih prestasi belajarnya. Media interaktif yang dapat digunakan oleh para pendidik matematika adalah fitur edugame rumah belajar.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyediakan platform pembelajaran gratis yang berintegrasi TIK yaitu portal rumah belajar yang dapat diakses melalui laman resmi url: https://belajar.kemdikbud.go.id/, memiliki fitur edugame yang merupakan fitur pendukung yang dapat dimanfaatkan oleh para pendidik matematika dalam pembelajaran.

Gambar 1. Tampilan Fitur Pendukung Portal Rumah Belajar

Sumber: https://belajar.kemdikbud.go.id/

Fitur edugame dapat juga diakeses secara langsung melalui laman resmi url: https://belajar.kemdikbud.go.id/edugame. Fitur edugame menyediakan beragam gim interaktif yang dapat dimanfaatkan oleh para pendidik matematika. Permainan yang disediakan telah dirancang untuk membantu siswa memahami konsep dasar dari materi yang disajikan.

Gambar 2. Tampilan Daftar Permainan Fitur EduGame




Sumber: https://belajar.kemdikbud.go.id/edugame

Dari daftar permainan, para pendidik matematika memberikan akses kepada siswa untuk melakukan aktivitas bermain gim secara kompetisi agar siswa dapat bersemangat. Gim yang diakses merupakan konsep dasar dari materi yang diajarkan. Dengan demikian, siswa dapat memahami materi yang akan dipelajari.

Fitur edugame rumah belajar merupakan media interaktif yang dapat membantu siswa dalam belajar matematika. Para pendidik matematika dapat menggunakan fitur edugame rumah belajar karena fitur tersebut dapat menyenangkan siswa dan memberikan semangat dalam belajar. Dengan demikian, siswa dapat meraih prestasi belajar.


#PusdatinKemendikbud #PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK

Senin, 19 Oktober 2020

Pembelajaran Saat Pendemi Covid-19 Daerah 3T dengan Memanfaatkan Portal Rumah Belajar

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam semangat untuk kita semua. Nama saya Jufri Suleman Mualo, S.Pd, saya lahir di Desa Laimu tanggal 17 Nopember 1987. Saya salah satu guru Matematika SMA Negeri 29 Maluku Tengah yang bertempat di Desa Laimu Kecamatan Telutih Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Saya ingin berbagi pengalaman saya dalam mengajar di daerah 3t saat pandemi covid-19 dengan memanfaatkan Portal Rumah Belajar.

Saat pandemi Covid-19 pemerintah menginstruksikan kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan dari rumah melalui tatap maya atau pembelajaran daring (dalam jaringan). Pembelajaran daring dapat dilaksanakan bilamana jaringan internet cukup memadai. Jaringan internet di daerah saya tidak menunjang pembelajaran  daring, karena daerah saya merupakan daerah 3t. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran dari rumah di daerah saya menggunakan pembelajaran luring (luar jaringan). Pembelajaran luring yang kami terapkan adalah mendatangi siswa di rumah mereka dengan membagikan materi ajar agar mereka tetap dapat belajar seperti biasanya di kelas.

Saya sebagai guru dituntut untuk berinovasi dalam pembelajaran sesuai dengan program keunggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Merdeka Belajar. Alhamdulillah, karena saya telah mengetahui salah satu portal pembelajaran gratis yang berintegrasi TIK milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi dimana telah menyediakan materi ajar interaktif dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan sederajat yang dilengkapi dengan soal latihan dan tes, sehingga saya memanfaatkan portal pembelajaran gratis ini untuk mempersiapkan materi ajar. Portal pembelajaran gratis ini adalah Portal Rumah Belajar yang dapat diakses melalui laman resmi url: https://belajar.kemdikbud.go.id/ dan dapat juga mengunduh aplikasinya di PlayStore dengan mengetik Rumah Belajar Kemendikbud.

Portal rumah belajar memiliki Fitur Utama, Fitur Pendukung, Sumber Lainya, dan Patner yang ditujukan untuk guru, siswa dan masyarakat luas, siapapun yang mahu belajar. Saya memanfaatkan fitur utama portal rumah belajar dalam pembelajaran. Fitur utama terdiri dari Fitur Sumber Belajar, Fitur Laboratorium Maya, Fitur Kelas Maya dan Fitur Bank Soal.

Gambar 1. Fitur Utama

Sumber: Portal Rumah Belajar 


1.   Fitur Sumber Belajar

Fitur Sumber Belajar adalah fitur yang menyajikan materi ajar interaktif untuk guru dan siswa berdasarkan kurikulum, terstruktur dengan tampilan yang menarik dalam bentuk gambar, video, audio, animasi, simulasi, dan permainan.  

Gambar 2. Materi Ajar Interaktif Fitur Sumber Belajar

Sumber: https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/

 

2.   Fitur Laboratorium Maya

Fitur Laboratorium Maya adalah fitur yang menyajikan kumpulan simulasi pembelajaran yang disajikan secara interaktif dan menarik. Percobaan laboratorium, menghubungkan aspek teoritis dan praktis tanpa kertas dan pena.

Gambar 3. Materi Simulasi Laboratorium Maya

Sumber: https://vlab.belajar.kemdikbud.go.id/

 

3.   Fitur Kelas Maya


Fitur Kelas Maya merupakan Learning Management System (LMS) yang dikembangkan secara khusus untuk memfasilitasi terjadinya pembelajaran virtual antara guru dan siswa kapan saja dan dimana saja.

Gambar 4. Kelas Maya

Sumber: https://kelasmaya.belajar.kemdikbud.go.id/KelasMaya/panduan/pemanfaatan_kelasmaya.pdf

  

4.   Fitur Bank Soal


Fitur Bank Soal merupakan fitur yang menyediakan kumpulan soal yang dikelompokkan berdasarkan topik ajar. Selain itu, tersedia juga berbagai akses soal latihan, ulangan, dan ujian secara gratis.

Gambar 4. Kumpulan Soal Berdasarkan Jenjang

Sumber: https://banksoal.belajar.kemdikbud.go.id/


Fitur sumber belajar merupakan fitur utama yang saya gunakan untuk pengunduhan materi ajar. Dalam pengunduhan materi ajar saya sesuaikan dengan Kompetensi Dasar yang akan dikuasai oleh siswa saat itu. Setelah saya mengunduh materi ajar, saya harus menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi ajar yang akan dijawab oleh siswa. Penyiapan materi ajar dimulai malam hari dan keesokan harinya saya mendatangi siswa dirumah mereka masing-masing disesuaikan dengan jadwal pelajaran saya. Saat saya memberikan materi ajar kepada siswa, saya pun menjelaskan portal rumah belajar kepada mereka. Dengan demikian, mereka dapat mengetahui portal pembelajaran gratis ini.

Semoga dengan berbagi pengalamanku ini, saya harapkan para pendidik di daerah yang penerapan pembelajaran luring ataupun daerah yang penerapan pembelajaran daring dapat memanfaatkan portal rumah belajar. Dimana portal rumah belajar merupakan portal pembelajaran gratis dan materi ajar pun tidak membosankan para siswa.

 Sekian dan Terima Kasih.


#PusdatinKemendikbud #PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK

Minggu, 18 Oktober 2020

Tugas PembaTIK Level 4 Tahun 2020 "Kegiatan Mensosialisasi Portal Rumah Belajar"

Kegiatan sosialisasi ini merupakan tagihan dari tugas PembaTIK Level 4 "Berbagi" Tahun 2020. Dalam kegiatan sosialisasi ini peserta mensosialisasi kepada guru di 4 sekolah diantaranya SMA Negeri 29 Maluku Tengah dengan jumlah guru yang mengikuti 14 orang pada hari Rabu, 14 Oktober 2020, MTs Al-Hilaal Laimu dengan jumlah guru yang mengikuti 5 orang pada hari Kamis, 15 Oktober 2020, SMP Negeri 1 Telutih dengan jumlah guru yang mengikuti 6 orang pada hari Jumat, 16 Oktober 2020, dan SD Negeri 2 Laimu dengan jumlah guru yang mengikuti 7 orang pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020. Peserta melakukan kegiatan sosialisasi dengan tema Fitur Sumber Belajar Menjadi "Solusi Pembelajaran Luring Daerah 3T". Peserta menggunakan tema sosialisasi disesuaikan dengan daerah kegiatan sosialisasi dilakukan. Peserta tetap semangat memperkenalkan Portal Rumah Belajar walaupun jumlah guru yang ikut kegiatan sosialisasi sedikit, dimana agar mereka dapat mengetahui dan memanfaatkan Portal Rumah Belajar dalam pembelajaran mereka. Sebelum peserta melakukan kegiatan sosialisasi, peserta membuat Flyer dan membagikan di media sosial peserta. Peserta memanfaat media sosial untuk membagikan Flyer kegiatan sosialisasi yaitu Facebook dan setelah kegiatan sosialisasipun peserta membagikan di media sosial tersebut. Media sosial peserta dapat diakses dengan alamat: https://s.id/tj-nV.

Peserta melampirkan Flayer, daftar hadir guru mengikuti kegiatan sosialisasi beserta video kegiatan sosialisasi dibawah ini. 

Kegiatan Sosialisasi pada SMA Negeri 29 Maluku Tengah 



Sumber: https://youtu.be/knzqzeZzBBY


Kegiatan Sosialisasi pada MTs Al-Hilaal Laimu


Sumber: https://youtu.be/G9EacmGiOOg


Kegiatan Sosialisasi pada SMP Negeri 1 Telutih






Kegiatan Sosialisasi pada SD Negeri 2 Laimu





#PusdatinKemendikbud #PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK